Pengertian
e-learning menurut pendapat para ahli teknologi pendidikan. E-learning
merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan
komputer lain. E-learning (electronic learning) adalah
pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media
elektronik, seperti internet, intranet, cd-rom, video tape, dvd, tv, handphone,
pda, dan lain-lain .
Salah
satu definisi umum dari e-learning diberikan oleh gilbert & jones,
yaitu: pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti
internet, intranet/extranet, satellite broadcast, audio/video tape, interactive
tv, cd-rom, dan computer-based training (cbt). Definisi yang hampir
sama diusulkan juga oleh the australian national training authority yakni meliputi aplikasi dan proses yang menggunakan berbagai media elektronik
seperti internet, audio/video tape, interactive tv and cd-rom guna mengirimkan
materi pembelajaran secara lebih fleksibel.
Dari
beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah
model pembelajaran yang memanfaatkan berbagai perangkat elektronik sebagai
sarana/media pembelajaran. Perangkat elektronik yang dimaksud mencakup
perangkat hardware seperti komputer, video, tape, radio, televisi,
handphone, maupun perangkat software seperti jaringan komputer
dan/atau internet. Materi e-learning tidak hanya didistribusikan secara on-line baik
melalui jaringan lokal ataupun internet, tetapi juga didistribusikan
secara off-line menggunakan media cd/dvd.
PERKEMBANGAN APLIKASI
E-LEARNING DARI MASA KE MASA
Uraian
singkat tentang perkembangan e-Learning dari masa ke masa dapat dideskripsikan
sebagai berikut [Cross, 002]:
1. 1990:CBT (Computer Based Training) : Era dimana mulai bermunculan aplikasi e-Learning yang berjalan dalam PC standalone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi berupa materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format MOV, MPEG-1 atau AVI. Perusahaan perangkat lunak Macromedia mengeluarkan tool pengembangan bernama Authorware, sedangkan Asymetrix (sekarang bernama Click2 learn) juga mengembangkan perangkat lunak bernama Toolbook.
2. 1994: Paket-Paket CBT Seiring dengan mulai diterimanya CBT oleh masyarakat, sejak tahun 1994 muncul CBT dalam Kuliah Umum IlmuKomputer dalam bentuk paket- paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
3. 1997: LMS (Learning Management System) Seiring dengan perkembangan teknologi internet di dunia, masyarakat dunia mulai terkoneksi dengan Internet. Kebutuhan akan informasi yang cepat diperoleh menjadi mutlak, dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Disinilah muncul sebutan Learning Management System atau biasa disingkat dengan LMS. Perkembangan LMS yang semakin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang ada dengan suatu standar. Standar yang muncul misalnya adalah standard yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Committee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
4. 1999: Aplikasi e-Learning Berbasis Web Perkembangan LMS menuju ke aplikasi e-Learning berbasis Web secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs ortal yang pada saat ini boleh dikata menjadi barometer situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar dunia. Isi juga semakin kaya dengan berpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, berukuran kecil dan stabil.
Model Pengembangan E-Learning
Terdapat beberapa
model pengembangan e-learning. Menurut Jolliffe, dkk., terdapat dua model
utama yakni the mental model dan the cognitif
apprenticeship model.
1. The Mental Model (Model Mental).
Model
mental diartikan sebagai penyajian-penyajian konseptual dan operasional yang
dikembangkan ketika orang berhubungan dengan sistem yang kompleks. Model-model
mental merupakan pemikiran yang terdiri atas kesadaran terhadap berbagai
komponen dari suatu sistem dan dievaluasi menggunakan berbagai metode termasuk
pemecahan masalah, mencari dan memecahkan persoalan, ingatan informasi,
pengamatan dan prediksi pengguna (user) terhadap pengetahuan
capaian. Model mental nampak lebih dari sekedar peta struktural dari berbagai
komponen.
Terdapat beberapa komponen dalam model mental
antara lain :
a. Structural knowledge
b. Performance knowledge
c. Reflective knowledge
d. Image of system
e. Metaphor
f. Executive knowledge
2. The Cognitif Apprenticeship Model (Model Belajar Magang Kognitif)
Model belajar magang kognitif berdasarkan pada
berbagai kondisi-kondisi belajar misalnya belajar berlangsung dalam konteks
aktivitas yang berkelanjutan, penuh arti dimana pembelajar perlu menerima umpan
balik segera. Orang lain dapat bertindak sebagai model-model yang menyediakan
bentuk yang dihubungkan dengan pengalaman pembelajar; konsep belajar fungsional
dengan tujuan belajar yang tegas.
Model belajar magang tradisional biasanya
memberi peluang untuk latihan. Karakteristik model belajar ini antara lain:
gagasan bahwa pekerjaan adalah daya penggerak, dan penguasaan progresif
terhadap tugas-tugas dihargai sebagai nilai penyelesaian pekerjaan;
ketrampilan-ketrampilan tertentu diawali dengan belajar tugas; belajar dipusatkan
pada capaian (perfomance) dan kemampuan untuk melakukan sesuatu; dan standar
pencapaian diaktualisasikan dalam pekerjaan nyata.
Sesuatu yang dapat dijadikan teladan dalam
metodologi belajar tradisional yakni menyediakan satu dasar pijakan untuk
penggunaan model belajar magang kognitif dalam pengembangan materi print dan
Web-based. Model ini mengabaikan perbedaan-perbedaan antara pendidikan dan
pelatihan dan membantu pembelajar untuk menjadi seorang ahli.
Pembelajaran berbasis web
adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan
internet, sehingga sering disebut juga dengan e-learning. Internet
merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di
dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon,
kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak
fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan
pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay
Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World
Wide Web (WWW).
Pengajaran berbasis web
(WBI) sebagai program pengajaran berbasis hypermedia yang
memanfaatkan atribut dan sumber daya World Wide Web (Web) untuk
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sedangkan menurut Clark WBI adalah
pengajaran individual yang dikirim melalui jaringan komputer umum atau pribadi
dan ditampilkan oleh web browser. Oleh karena itu kemajuan WBI akan
terkait dengan kemajuan teknologi web (perangkat keras dan perangkat
lunak) maupun pertumbuhan jumlah situs-situs web di dunia yang sangat
cepat.
apasaja dampak negatif untuk siswa jika proses belajar mengajar dengan memanfaatkan jaringan internet?
BalasHapusdampak negatifnya yaitu :
BalasHapusa. Kejahatan penculikan terhadap remaja melaui jejaring sosial di dunia maya (internet),
b. Penipuan dalam jual beli online,
c. Membuat remaja menjadi malas, karena waktu untuk bekerja membantu orang tua atau belajar tersita untuk berinternet, sehingga tugas-tugas sekolah sering terlantar,
d. Para remaja menjadi terlalu bergantung pada internet dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Padahal tugas sekolah yang seharusnya dibuat sendiri, sering dikerjakan dengan copy paste dari suatu alamat wap atau blog.
e. Pikiran para remaja teracuni oleh sesuatu yang dapat merusak moral seperti film, gambar, foto, bacaan, dll. yang bersifat pornografi.
f. Sosialisasi remaja dalam masyarakat berkurang, karena para remaja menjadi lebih suka dan nyaman bersosialisasi dalam dunia maya. Mereka jarang keluar rumah, mereka lebih suka menatap komputer atau laptopnya untuk berinternet hingga lupa waktu.
Solusi untuk mengatasi dampak negatif internet adalah peran orangtua. Peran orang tua sangatlah penting dalam meminimalisir dampak merugikan dari internet. Orangtua diharapkan berperan dalam mengawasi dan mengingatkan para remaja agar tidak melalaikan tugas utama mereka, yaitu belajar. Sehingga tugas perkembangan yang harus mereka peroleh selama masa remaja dapat tercapai dan menjadi bekal dalam menyongsong masa depan. Yang tidak kalah pentingnya adalah faktor dari dalam diri sendiri, karena keimanan dari dalam dirilah yang dapat membentengi diri dari semua pengaruh atau dampak negatif suatu apapun.
Apakah ada kelemahan dari pengembangan E-learning dalam pembelajaran kimia?
BalasHapuskekurangan dari e-learning ini, yakni:
HapusDengan e-learning, dibutuh dana khusus untuk pengadaan elektronik baik siswa dan guru pribadi, maupun juga sekolah.
Dengan e-learning, diperlukan SDM guru yang mumpuni dalam hal teknologi.
Terdapat beberapa komponen dalam model mental, seberapa penting pengaruh model-model ini pada model mental dalam model pengembangan e-learning?
BalasHapusKhoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran dosen dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.
BalasHapus1. E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
2. E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawabtantangan perkembangan globalisasi.
3. E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
4. Kapasitas mahasiswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akanlebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
assalamualaikum wr wb,saya ingin bertanya apakah kelebihan dari e-learning ini baik untuk siswa maupun guru?
BalasHapus1. Dengan e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi waktu. Siswa tidak perlu lagi mencatat pelajaran yang dituliskan guru pada papan tulis seperti pada zaman dulu. Siswa dapat meng-copy pelajaran yang guru berikan melalui media flashdisk atau cd. Atau bisa juga guru mengirimkan email silabus materi pekanan yang dipelajari. Secara langsung, guru pun menjadi lebih ringan karena tidak perlu menuliskan materi pada papan tulis.
Hapus2. Dengan e-learning, pembelajaran lebih hemat dari segi biaya. Siswa tidak lagi diharuskan mempunyai buku pelajaran, karena buku-buku pegangan itu bisa diperoleh dengan mengunggah buku sekolah elektronik yang ada. Jadi siswa pun tidak perlu membawa tas yang berat berisikan buku-buku pelajaran. Begitu juga, guru cukup membuka laptop atau netbooknya ketika mengajar di kelas.
3. Dengan e-learning, pembelajaran membuat siswa aktif. Siswa yang didampingi orangtua menjadi lebih aktif untuk mencari sendiri buku pelajaran yang dibutuhkan, mengerjakan tugas sekolah seperti kliping dengan bantuan internet.
4. Dengan e-learning, pembelajaran menjadi menyenangkan. Siswa tidak lagi jenuh belajar di kelas dengan selalu duduk manis. Pembelajaran bisa juga diselingi dengan menonton film yang tetap dalam koridor atau tema belajar. Dengan menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri, penerimaan materi pada siapa pun akan menjadi lebih mudah. Siswa senang dalam belajar, guru pun menjadi lebih mudah dalam mengajar.