Pengertian teori pemrosesan informasi
Teori pemrosesan informasi adalah
teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan
pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang
memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat
memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Komponen pertama dari sistem memori
yang dijumpai oleh informasi yang masuk adalah registrasi penginderaan.
Registrasi penginderaan menerima sejumlah besar informasi dari indera dan
menyimpannya dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Bila
tidak terjadi suatu proses terhadap informasi yang disimpan dalam register
penginderaan, maka dengan cepat informasi itu akan hilang.
Keberadaan register penginderaan
mempunyai dua implikasi penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh
perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang
memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat
masuk ke dalam kesadaran.
Interpretasi seseorang terhadap
rangsangan dikatakan sebagai persepsi. Persepsi dari stimulus tidak langsung
seperti penerimaan stimulus, karena persepsi dipengaruhi status mental,
pengalaman masa lalu, pengetahuan, motivasi, dan banyak faktor lain.
Informasi yang dipersepsi seseorang
dan mendapat perhatian, akan ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori,
yaitu memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan
informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk
menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang
informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Guru mengalokasikan waktu
untuk pengulangan selama mengajar.
Memori jangka panjang merupakan
bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang.
Tulving dalam membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori
episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari
pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori semantik, yaitu suatu bagian dari
memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, dan memori
prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan
sesuatu.
Dalam upaya menjelaskan bagaimana
suatu informasi (pesan pengajaran) diterima, disandi, disimpan dan dimunculkan
kembali dari ingatan serta dimanfaatkan jika diperlukan, telah dikembangkan
sejumlah teori dan model pemrosesan informasi oleh para pakar seperti biehler
dan snowman, baine dan tennyson . Teori-teori tersebut umumnya berpijak pada
tiga asumsi yaitu:
a.
Bahwa
antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi
dimana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
b.
stimulus
yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk
ataupun isinya.
c.
Salah
satu dari tahapan mempunyai kapasitas yang terbatas.
Dari ketiga asumsi
tersebut,dikembangkan teori tentang komponen struktur dan pengatur alur
pemrosesan informasi (proses control). Kompenen pemrosesan dipilih menjadi tiga
berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses
terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
1. Sensory receptor
Sensory
receptor (sr)
merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Informasi
masuk ke sistem melalui sensory register di dalam sr
informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya dapat bertahan dalam
waktu yang sangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu dengan kata lain
sangat mudah berganti. Agar tetap berada dalam
sistem, informasi masuk ke working memory
yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2. Working memory
Pengerjaan
atau operasi informasi berlangsung di working memory. Disini, berlangsung
proses berpikir secara sadar. Working memory (wm) diasumsikan
mampu menangkap informasi yang diberi perhatian (attention) oleh individu.
Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh peran persepsi. Karakteristik wm adalah
bahwa; 1) ia memiliki kapasitas yang terbatas, lebih kurang 7 slots. Informasi
di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa upaya
pengulangan atau rehearsal. 2) informasi dapat disandi dalam bentuk
yang berbeda dari stimulus aslinya. Asumsi pertama berkaitan dengan penataan
jumlah informasi, sedangkan asumsi kedua berkaitan dengan peran proses kontrol.
Artinya, agar informasi dapat bertahan dalam wm, maka upayakan jumlah informasi
tidak melebihi kapasitas wm disamping melakukan rehearsal.
Sedangkan penyandian pada tahapan wm, dalam bentuk verbal, visual, ataupun
semantik, dipengaruhi oleh peran proses kontrol dan seseorang dapat dengan
sadar mengendalikannya.
3. Long term memory
Long
term memory (ltm) diasumsikan :
1) berisi semua pengetahuan yang telahdimiliki
oleh individu,
2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan
3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam ltm ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang
tersimpan di dalamnya. Persoalan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh
kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali (retrieval failure) informasi yang
diperlukan. Ini berarti, jika informasi ditata dengan baik maka akan memudahkan
proses penelusuran dan pemunculan kembali informasi jika diperlukan.
Dikemukakan oleh howard bahwa informasi
disimpan di dalam ltm dalam bentuk prototipe, yaitu suatu struktur representasi
pengetahuan yang telah dimiliki yang berfungsi sebagai kerangka untuk
mengkaitkan pengetahuan baru. Dengan ungkapan lain, tennyson mengemukakan bahwa
proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilasikan pengetahuan baru
pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dasar
pengetahuan (knowledge base).
sejalan
dengan teori pemrosesan informasi, ausubel mengemukakan bahwa perolehan
pengetahuan baru merupakan fungsi srtuktur kognitif yang telah dimiliki individu.
Reigeluth dan stein mengatakan pengetahuan ditata didalam struktur kognitif
secara hirarkhis. Ini berarti pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang
diperoleh lebih dulu oleh individu dapat mempermudah perolehan pengetahuan baru
yang rinci proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses
penyandian informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi
(storage), dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang
telah disimpan dalam ingatan (retrieval). Ingatan terdiri dari struktur
informasi yang terorganisasi dan proses penelusuran bergerak secara hirarkhis,
dari informasi yang paling umum dan inklusif ke informasi yang paling umum dan
rinci, sampai informasi yang diinginkan diperoleh.
Teori pengkodean ganda (dual-coding theory) terdapat
dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan
informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal
(atau memori kerja verbal), kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang
terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting yang dinyatakan
oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas
memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi pokok pikiran ketika
seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
Teori belajar yang oleh gagne disebut dengan
‘information processing learning theory’. Teori ini merupakan gambaran
atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu
informasi. Karenanya teori belajar tadi disebut juga ‘information-processing
model’ oleh lefrancois atau ‘model pemrosesan informasi’. Menurut gagne bahwa
dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah
sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan
informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan
kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri
individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang
terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari
lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Menurut gagne
tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase, yaitu motivasi, pemahaman, pemerolehan,
penyimpanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan, umpan balik.
Menurut saudari windi teori manakah yang lebih mudah dalam pemrosesan informasi berbantuan media?
BalasHapusmenurut saya yaitu Long term memory (ltm)yang diasumsikan :
Hapus1) berisi semua pengetahuan yang telahdimiliki oleh individu,
2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan
3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam ltm ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
tetapi teori ini memiliki kelemahan betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya. Persoalan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali (retrieval failure) informasi yang diperlukan. Ini berarti, jika informasi ditata dengan baik maka akan memudahkan proses penelusuran dan pemunculan kembali informasi jika diperlukan. Dikemukakan oleh howard bahwa informasi disimpan di dalam ltm dalam bentuk prototipe, yaitu suatu struktur representasi pengetahuan yang telah dimiliki yang berfungsi sebagai kerangka untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Dengan ungkapan lain, tennyson mengemukakan bahwa proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan (knowledge base).
bagaimanah caranya agar informasi yang di simpan pada memori jangka pendek tidak mudah hilang dan menjadi ingatan jangka panjang? khususnya dalam pembelajaran kimia,
BalasHapusSedikit menjawab, dengan cara penyingkatan kalimat menjadi kalimat sehari hari misalnya dalam penghafalan sistem peroodik unsur, guru memberikan kode-kode nama unsur tesebut agar siswa selalu mengingat, dan pengetahuan itu akan tersimpan dlam memory jangka panjang. Terimakasih
Hapusapakah benar permosesan informasi terhadap siswa akan lebih baik jika berbantu media ?
BalasHapusmenurut saya bener karena fungsi media pembelajran adalah sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajran, sehingga media dapat memudahkan siswa dalam memperooleh informasi. dengan adanya media siswa juga lebih termotivasi belajar karena materi yang di tampilkan tidak monoton sehingga tidak membosankan bagi siswa.
Hapuseori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
BalasHapusModel belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.
bagaimana cara memanggil informasi yang disimpan dimemori jangka panjang?
BalasHapusBeberapa daerah di otak yang penting untuk pembentukan memori meliputi hippocampus, batas cortex, dan thalamus. Hippocampus tidak menghasilkan memori jangka panjang permanen. Karena kebanyakan memori jangka panjang permanen diproses dan disimpan di cerebral cortex.
HapusProsesnya, informasi yang masuk berjalan terus ke bagian otak spesifik. Info dari mata dan telinga, diberikan kepada korteks visual dan cortex indra pendengar secara berturut-turut. Ada kemungkinan bahwa memori jangka panjang untuk pengalaman berhubungan dengan perasaan juga disimpan di dekat lokasi ini.
Contoh, ketika membaca kata-kata dalam kalimat, informasi dari mata diproses di cortex visual. Tetapi ketika mempertimbangkan arti dari kata-kata yang beraneka ragam, kita menggunakan bagian lain otak, yang kemudian mengaktifkan daerah yang berhubungan dengan memori tentang indera pendengar.
assalamualaikum wr wb, apakah yang menyebabkan tiap siswa itu memiliki kemampuan memproses sebuah informasi yang berbeda-beda?
BalasHapusmenurut saya tergantung ada kesiapan dari siswa tersebut, kepribadian siswa, kemauan siswa untuk belajar dan kita sebagai guru juga harus mengetahui bagaimana perlakuan kita kepada siswa.
HapusPada teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
BalasHapusMenurut teori pemrosesan informasi, pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan barudimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.
Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.