Peta konsep adalah suatu ilustrasi garis yang konkrit yang dapat menujukkan bagaimana suatu konsep berhubungan atau terkait dengan konsep-konsep lain yang termasuk kategori yang sama. Peta konsep dapat merupakan suatu skema atau ringkasan dari hasil belajar. Selanjutnya Sumaji, dkk (1997) menyatakan bahwa peta konsep dapat digunakan untuk membantu siswa menyusun konsep dan menghindari untuk membantu menghindari miskonsepsi. Hal ini berarti bahwa konsep merupakan dasar bagi proses mental yang lebih tinggi guna merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi sehuubungan dengan hal itu, guru harus memilih sekian banyak pengetahuan tentang konsep-konsep yang akan diajarkan pada siswa. untuk membuat peta konsep yaitu : 1. Gali dan cari sebuah daftar topik-topik penting. Sebelum Anda memilih subyek di bagian atas peta hierarki Anda, Anda harus menuliskan sebuah daftar subyek-subyek penting yang berhubungan dengan proyek atau tugas Anda. Jika Anda mengetahui bahwa proyek Anda harus mengenai pohon, misalnya, maka kata tersebut harus berada di bagian atas peta konsep Anda. 2. Pilihlah konsep yang paling penting. Setelah Anda selesai melakukan pencarian dan penggalian daftar konsep yang terkait dengan proyek Anda, Anda dapat memilih konsep yang paling penting bagi semua konsep lainnya—sebuah konsep yang merupakan asal atau awal dari semua konsep lainnya. Konsep yang satu ini mungkin jelas, atau mungkin saja memerlukan sedikit pemikiran. Ingatlah, jika ini adalah peta hierarki, maka kata sentral atau pusatnya harus kata yang menghubungkan semua kata yang lain. Dalam kasus ini, kata tersebut adalah “Pohon.” 3. Hubungkan kata kunci tersebut dengan kata kedua yang paling penting dari daftar Anda. Setelah Anda menemukan kata kunci Anda, gambar tanda panah memanjang ke bawah ke kiri dan ke kanan yang menghubungkan kata tersebut dengan kata yang paling penting kedua atau ketiga berikutnya. Kata-kata berikutnya ini harus mampu menghubungkan kata-kata lainnya yang telah Anda gali, yang akan muncul di bawahnya. Dalam kasus ini, istilah hierarkinya adalah “Pohon,” dan kata itu akan dihubungkan dengan kedua istilah paling penting berikutnya, “Oksigen,” dan “Kayu.” 4. Hubungkan kata kunci kedua dengan kata-kata yang kurang penting. Sekarang Anda telah menemukan kata kunci Anda dan kata-kata paling penting berikutnya, Anda dapat menulis kata-kata yang menghubungkan dengan kata-kata kunci kedua di bawah kata-kata ini. Istilah-istilah ini menjadi lebih spesifik, dan harus hubungkan kembali dengan kata-kata diatasnya, “Oksigen” dan “kayu” demikian juga dengan kata yang paling penting, “Pohon." Berikut ini adalah istilah-istilah yang akan Anda daftar di bawah istilah-istilah yang lebih penting ini:Manusia,Tumbuhan,Binatang 5. Jelaskan hubungan antara istilah-istilah tersebut. Tambahkan garis-garis untuk menghubungkan istilah-istilah tersebut, dan jelaskan hubungan antara istilah tersebut dalam satu atau dua kata. Hubungan tersebut bisa bermacam-macam; satu konsep dapat menjadi bagian yang lain, satu konsep dapat menjadi penting bagi konsep yang lain, dapat juga digunakan untuk menghasilkan konsep lainnya, atau bisa terdapat berbagai macam hubungan lainnya. Berikut ini hubungan antara konsep-konsep pada peta ini: Pohon memberi oksigen dan kayu Oksigen penting bagi manusia, tanaman, dan binatang Kayu digunakan untuk membuat perumahan, kertas, furnitur. dengan menggunakan tahap-tahap tersebut semoga peta konsep yang kita buat mudah di pahami oleh siswa.dan yang perlu di perhatikan dalam pembuatan peta konsep yaitu kata kunci dalam setiap materi pembelajaran.
ini adalah beberapa kelemahan dari peta konsep 1. bila seseorang terlalu banyak menggunakan kata kunci/ gambar kunci (key word/ key image), kode (asosiasi) yang hanya dimengerti oleh si pembuat, maka orang lain akan kesulitan untuk memahaminya. Hal ini memang dianjurkan oleh pakem Mind Map, peta konsep harus dibuat sepribadi mungkin dan itu akan menempel kuat di otak sang pembuatnya. 2. cara berpikir seseorang akan menjadi divergen dan ini bisa menjadi kelemahan dan juga sekaligus kekuatan. Kelemahan karena ia akan menjadi kurang fokus pada satu masalah. Kekuatan karena ia terus akan menggenerate ide dari apa yang sudah terlihat di kertas dan menambahkan ide-ide baru yang muncul di kepalanya (otak kanan). Perlu di latih agar ia bisa fokus untuk menganalisis (otak kiri): kelogisan ide2 yang telah muncul, detil dari sebuah cabang peta konsep. 3. memerlukan 2-3 kali penggambaran ulang agar peta konsep bisa terlihat lebih rapih dan artistik (bila menggunakan kertas dan pensil/spidol warna), kecuali pakai bantuan program komputer seperti FreeMind, MindManager, http://bubbl.us, dll.
Assalamualaikum saya ingin bertanya, apa yang harus diperhatikan sebelum membuat peta konsep dan sebutkan langkah-langkah untuk membuat peta konsep yang baik dan benar
Beberapa kelemahan atau hambatan yang mungkin dialami mahasiswa da-lam menyusun peta konsep antara lain: (1) Perlunya waktu yang cukup lama un-tuk menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia terbatas, (2) Sulit me-nentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang dipelajari, (3) Sulit me-nentukan kata-kata untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsp yang lain (Haris, 2005:20).
Jadi hambatan yang kemungkinan dialami mahasiswa akan dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Mahasiswa diminta untuk membu-at peta konsep di rumah dan pada pertemuan selanjutnya dibahas di kelas, (2) Ma-hasiswa diharapkan dapat membaca kembali materi dan memahaminya, agar da-pat mengenali konsep-konsep yang ada dalam bacaan sehingga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam peta konsep (Haris, 2005:21).
bagaimana membuat peta konsep yang mudah dipahami untuk siswa?
BalasHapusPeta konsep adalah suatu ilustrasi garis yang konkrit yang dapat menujukkan bagaimana suatu konsep berhubungan atau terkait dengan konsep-konsep lain yang termasuk kategori yang sama. Peta konsep dapat merupakan suatu skema atau ringkasan dari hasil belajar. Selanjutnya Sumaji, dkk (1997) menyatakan bahwa peta konsep dapat digunakan untuk membantu siswa menyusun konsep dan menghindari untuk membantu menghindari miskonsepsi. Hal ini berarti bahwa konsep merupakan dasar bagi proses mental yang lebih tinggi guna merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi sehuubungan dengan hal itu, guru harus memilih sekian banyak pengetahuan tentang konsep-konsep yang akan diajarkan pada siswa.
Hapusuntuk membuat peta konsep yaitu :
1. Gali dan cari sebuah daftar topik-topik penting. Sebelum Anda memilih subyek di bagian atas peta hierarki Anda, Anda harus menuliskan sebuah daftar subyek-subyek penting yang berhubungan dengan proyek atau tugas Anda. Jika Anda mengetahui bahwa proyek Anda harus mengenai pohon, misalnya, maka kata tersebut harus berada di bagian atas peta konsep Anda.
2. Pilihlah konsep yang paling penting. Setelah Anda selesai melakukan pencarian dan penggalian daftar konsep yang terkait dengan proyek Anda, Anda dapat memilih konsep yang paling penting bagi semua konsep lainnya—sebuah konsep yang merupakan asal atau awal dari semua konsep lainnya. Konsep yang satu ini mungkin jelas, atau mungkin saja memerlukan sedikit pemikiran. Ingatlah, jika ini adalah peta hierarki, maka kata sentral atau pusatnya harus kata yang menghubungkan semua kata yang lain. Dalam kasus ini, kata tersebut adalah “Pohon.”
3. Hubungkan kata kunci tersebut dengan kata kedua yang paling penting dari daftar Anda. Setelah Anda menemukan kata kunci Anda, gambar tanda panah memanjang ke bawah ke kiri dan ke kanan yang menghubungkan kata tersebut dengan kata yang paling penting kedua atau ketiga berikutnya. Kata-kata berikutnya ini harus mampu menghubungkan kata-kata lainnya yang telah Anda gali, yang akan muncul di bawahnya. Dalam kasus ini, istilah hierarkinya adalah “Pohon,” dan kata itu akan dihubungkan dengan kedua istilah paling penting berikutnya, “Oksigen,” dan “Kayu.”
4. Hubungkan kata kunci kedua dengan kata-kata yang kurang penting. Sekarang Anda telah menemukan kata kunci Anda dan kata-kata paling penting berikutnya, Anda dapat menulis kata-kata yang menghubungkan dengan kata-kata kunci kedua di bawah kata-kata ini. Istilah-istilah ini menjadi lebih spesifik, dan harus hubungkan kembali dengan kata-kata diatasnya, “Oksigen” dan “kayu” demikian juga dengan kata yang paling penting, “Pohon." Berikut ini adalah istilah-istilah yang akan Anda daftar di bawah istilah-istilah yang lebih penting ini:Manusia,Tumbuhan,Binatang
5. Jelaskan hubungan antara istilah-istilah tersebut. Tambahkan garis-garis untuk menghubungkan istilah-istilah tersebut, dan jelaskan hubungan antara istilah tersebut dalam satu atau dua kata. Hubungan tersebut bisa bermacam-macam; satu konsep dapat menjadi bagian yang lain, satu konsep dapat menjadi penting bagi konsep yang lain, dapat juga digunakan untuk menghasilkan konsep lainnya, atau bisa terdapat berbagai macam hubungan lainnya. Berikut ini hubungan antara konsep-konsep pada peta ini:
Pohon memberi oksigen dan kayu
Oksigen penting bagi manusia, tanaman, dan binatang
Kayu digunakan untuk membuat perumahan, kertas, furnitur.
dengan menggunakan tahap-tahap tersebut semoga peta konsep yang kita buat mudah di pahami oleh siswa.dan yang perlu di perhatikan dalam pembuatan peta konsep yaitu kata kunci dalam setiap materi pembelajaran.
menurut saya akan lebih baik jika pada garis penghubung diberi keterangan yang menjellaskan maksud dari masing-masing komponen yang dihubungkan.
BalasHapusterimakasih atas sarannya lain kali saya akan lebih baik lagi dalam pembuatan peta knsep.
Hapusapa kendala dalam pembuatan peta konsep?
BalasHapusini adalah beberapa kelemahan dari peta konsep
Hapus1. bila seseorang terlalu banyak menggunakan kata kunci/ gambar kunci (key word/ key image), kode (asosiasi) yang hanya dimengerti oleh si pembuat, maka orang lain akan kesulitan untuk memahaminya. Hal ini memang dianjurkan oleh pakem Mind Map, peta konsep harus dibuat sepribadi mungkin dan itu akan menempel kuat di otak sang pembuatnya.
2. cara berpikir seseorang akan menjadi divergen dan ini bisa menjadi kelemahan dan juga sekaligus kekuatan. Kelemahan karena ia akan menjadi kurang fokus pada satu masalah. Kekuatan karena ia terus akan menggenerate ide dari apa yang sudah terlihat di kertas dan menambahkan ide-ide baru yang muncul di kepalanya (otak kanan). Perlu di latih agar ia bisa fokus untuk menganalisis (otak kiri): kelogisan ide2 yang telah muncul, detil dari sebuah cabang peta konsep.
3. memerlukan 2-3 kali penggambaran ulang agar peta konsep bisa terlihat lebih rapih dan artistik (bila menggunakan kertas dan pensil/spidol warna), kecuali pakai bantuan program komputer seperti FreeMind, MindManager, http://bubbl.us, dll.
saya ingin memberi saran akan lebih baik jika materi juga dijelaskan sesuai dengan peta konsep yang ada . Terimakasih
BalasHapusSaya ingin memberikan saran. Ada baiknya jika peta konsep yang anda buat hirufnya di perbesar sehingga lebih jelas untuk di baca.
BalasHapusAssalamualaikum saya ingin bertanya, apa yang harus diperhatikan sebelum membuat peta konsep dan sebutkan langkah-langkah untuk membuat peta konsep yang baik dan benar
BalasHapusBeberapa kelemahan atau hambatan yang mungkin dialami mahasiswa da-lam menyusun peta konsep antara lain: (1) Perlunya waktu yang cukup lama un-tuk menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia terbatas, (2) Sulit me-nentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang dipelajari, (3) Sulit me-nentukan kata-kata untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsp yang lain (Haris, 2005:20).
HapusJadi hambatan yang kemungkinan dialami mahasiswa akan dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Mahasiswa diminta untuk membu-at peta konsep di rumah dan pada pertemuan selanjutnya dibahas di kelas, (2) Ma-hasiswa diharapkan dapat membaca kembali materi dan memahaminya, agar da-pat mengenali konsep-konsep yang ada dalam bacaan sehingga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam peta konsep (Haris, 2005:21).