1. Menurut cognitive theory of multimedia learning
bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu
multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan
contoh masing-masing media yang relevanuntuk pembelajaran kimia.
Jawab :
Teori kognitif merupakan salah satu teori yang
paling mendasari penggunaanya dalam proses pembelajaran dari pada teori
Behavioristik dan Konstruktifistik.
Karya sentral
multimedia learning berlangsung dalam memori kerja atau working memory. Memori
kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam
kesadaran pikiran aktif. Sejalan dengan asumsi kapasitas terbatas, memori kerja
memang terbatas dalam proses jumlah pengetahuan dalam suatu waktu tertentu.
Jadi, hanya sejumlah citra yang bisa ditampung di saluran visual dalam memori
kerja pada suatu waktu. Hanya sejumlah kecil suara yang bisa ditampung di
saluran auditori dalam memori kerja pada suatu waktu.
1.
Asumsi Saluran-ganda
Asumsi
saluran-ganda (dual-channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki
saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi
auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori
dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan
mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
2. Asumsi Kapasitas-terbatas
Manusia
bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah,
dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang
masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari
informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
3. Asumsi Pemrosesan aktif
Manusia
secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi
representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka.
Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang
masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang
menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor
pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat
diputar olah kapan saja.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat
diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia ?
Jawab :
Teori dual coding yang
dikemukakan Allan Paivio menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang
diproses melalui salah satu dari dua channel, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, danchannel visual
(nonverbal image)
seperti diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini dapat berfungsi baik secara independen,
secara paralel, atau juga secara terpadu bersamaan (Sadoski, Paivio, Goetz,
1991). Kedua channel informasi
tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Channel verbal memroses informasi secara berurutan
sedangkan channel nonverbal
memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Aktivitas berpikir dimulai ketika
sistem sensory memory menerima
rangsangan dari lingkungan, baik berupa rangsangan verbal maupun rangsangan
nonverbal. Hubungan-hubungan representatif (representational connection) terbentuk untuk menemukan channel yang
sesuai dengan rangsangan yang diterima. Dalam channel verbal, representasi dibentuk secara urut dan
logis, sedangkan dalam channel nonverbal,
representasi dibentuk secara holistik. Sebagai contoh, mata, hidung, dan mulut
dapat dipandang secara terpisah, tetapi dapat juga dipandang sebagai bagian
dari wajah. Representasi informasi yang diproses melalui channel verbal
disebut logogen sedangkan representasi informasi yang
diproses melalui channel nonverbal
disebut imagen Hasil penelitian yang dilakukan oleh Paivio dan Bagget
tahun 1989 dan Kozma tahun 1991, mengindikasikan bahwa dengan memilih perpaduan
media yang tepat, kegiatan belajar dari seseorang dapat ditingkatkan (Beacham,
2002; Dede, 2000; Hogue, (?)). Sebagai contoh, informasi yang disampaikan
dengan menggunakan kata-kata (verbal) dan ilustrasi yang relevan memiliki
kecenderungan lebih mudah dipelajari dan dipahami daripada informasi yang
menggunakan teks saja, suara saja, perpaduan teks dan suara saja, atau
ilustrasi saja.
Menurut teori Dual Coding yang
dikemukakan oleh Paivio, kedua channel pemrosesan informasi tersebut tidak ada yang
lebih dominan. Namun demikian, Carlson, Chandler, dan Sweller tahun 2003. Carlson
dan kawan-kawan mengasumsikan bahwa karena diagram lebih lengkap dibandingkan
teks, dan dengan diagram seseorang mampu menghubungkan antara elemen yang satu
dengan yang lainnya, maka orang yang belajar melalui diagram akan lebih berprestasi
dibandingkan dengan orang yang belajar dengan menggunakan teks saja. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa untuk bahan belajar yang memiliki tingkat
interaktivitas tinggi, kelompok yang belajar dengan menggunakan diagram
memiliki prestasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya belajar dengan
teks. Untuk bahan belajar yang tidak memiliki tingkat interaktivitas yang
tinggi, kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan prestasi yang signifikan.
Sebagai tambahan kesimpulan
dari teori dual coding ini
jika dikaitkan dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat
dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar
dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah
dimiliki sebelumnya (prior knowledge).
Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja
lebih lama juga memiliki prior
knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang
memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga
pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami
informasi baru yang disampaikan.
Teori Dual Coding juga
menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang
digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan
dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar
yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel
pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara
paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang
disampaikan terserap oleh pembelajar.
bisakah anda menjelaskan perbedaan materi auditori dan materi visual? serta berikan contohnya
BalasHapusseseorang yang memiliki gaya belajar visual cenderung belajar melalui hubungan visual. Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, ia menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan. materi atau media yang bisaa digunakan adalah buku, poster, majalah, rangka tubuh manusia, peta dan lain-lain. sedangkan gaya belajar visual yag bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.Sedangkan gaya belajar auditori cenderung menggunakan pendengaran/audio sebagi sarana mencapai keberhasilan dalam belajar. gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara atau ada suara. mereka dapat membaca kertas, mendengarkan rekaman kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik, kerja kelompok. gaya auditori ini brsifat internal adalah memerlukan suasana yang tenang-hening sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu diperlukan perenungan beberapa saat terhadap materi apa saja yang telah disesuaikan dan yang belum.
Hapusmenurut saya perbedaan antara auditori dan visual ialah,materi auditori merupakan suatu materi yang berbentuk informasi yang bersuara seperti pada saat pembelajaran listening,sedangkan materi visual merupakan materio yang berbentuk serta menggunakan indera penglihatan seperti gambar,grafik dan sebagainya
Hapusbagaimana penerapan teori dual coding dalam multimedia pembelajaran kimia?
BalasHapusApakah ada kekurangan dari teori dual coding? jika ada jelaskan.
BalasHapusHambatan teori ini antara lain:
Hapus1. Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
2. Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
3. Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informsi yang telah disimpan dalam ingatan
4. Kemampuan otak tiap individu tidak sama.
Berdasarkan teori pemrosesan informasi ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para guru:
1. Perhatian sangat penting, oleh karena itu selalu upayakan agar siswa anda benar-benar
memperhatikan pelajaran. Meskipun mereka tampak melihat anda, namun belum tentu pikiran
mereka perhatian kepada apa yang anda jelaskan.
2. Sebaiknya lebih mengutamakan belajar dengan memahami dari pada melalui hafalan.
Sedikit menambahkan no 1
BalasHapus1) Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)
Manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi terpisah yakni untuk informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian diproses secara terpisah tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working memory), di mana isyarat tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar. Penyebabnya adalah pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing pembelajar tidaklah sama.
2) Asumsi Kapasitas-terbatas (limited-capacity)
Adanya keterbatasan kemampuan manusia memproses informasi dalam setiap kanal pada satu waktu. Dalam satu sesi presentasi, audiens hanya bisa menyimpan beberapa informasi visual (gambar, video, diagram, dsb) dan beberapa informasi tutur (auditif). Asumsi inilah yang mendasari riset dan teori yang disebut teori beban kognitif (cognitive load theory). Meskipun beban maksimal tiap individu bervariasi, beberapa penelitian menunjukkan bahawa rata-rata manusia hanya mampu menyimpan 5-7 ‘potongan’ informasi saja pada satu saat
3) Asumsi Pemrosesan aktif (active-processing)
Manusia secara aktif melakukan pemprosesan kognitif untuk mengkonstruksi gambaran mental dari pengalaman-pengalamannya. Manusia tidak seperti tape recorder yang secara pasif merekam informasi melainkan secara terus-menerus memilih, menata, dan mengintegrasikan informasi dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hasilnya adalah terciptanya model mental dari informasi yang tersajikan. Ada tiga proses utama untuk pembelajaran secara aktif ini, yakni: pemilihan bahan atau materi yang relevan, penataan materi-materi terpilih, dan pengintegrasian materi-materi tersebut ke dalam struktur pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Proses ini terjadi di dalam memori kerja yang terbatas kapasitasnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasuk akalkan setiap informasi yang ada.
1. pertanyaan pertama mengenai Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
BalasHapusassalamualaikum wr wb,saya ingin menambahkan sedikit mengenai jawaban nomor 2 seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge). Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.
BalasHapusTeori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.
jadi dapat di simpulkan bahwa teori dual coding ini dapat di terapkan dalam pembelajaran kimia karena teori dual coding menggunakan channel verbal seperti teks dan suara, danchannel visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. dalam pembelajaran kimia terdapat cukup banyak materi yang dapat di pakai menggunakan teori dual coding ini, seperti materi asam basa dimana kita dapat menggunakan media lab virtual,sehingga lebih memudahkan peserta didik dalam memproses informasi yang kita sajikan